Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Selalu Gagal dalam Wawancara Kerja? Ini yang Harus Anda Lakukan

selalu gagal dalam wawancara kerja

Dunia Kerja - Hari-hari telah berlalu sejak Anda melakukan wawancara kerja di sebuah perusahaan, dan belum ada yang menelepon atau mengirim email kembali. Padahal Anda yakin sudah mengikuti wawancara dengan baik dan bisa maju ke babak berikutnya, selain itu Anda juga optimistis bahwa Anda adalah orang yang layak berada di posisi tersebut.

Di sinilah hal-hal yang mungkin bisa jadi salah persepsi dalam mengartikannya, lalu bagaimana jika menghadapi situasi tersebut di lain waktu, apa yang seharusnya diperbuat? Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan.

Jadilah diri sendiri

Beberapa pencari kerja sering mengandalkan artikel dan buku untuk melewati wawancara. Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) dalam perusahaan juga sudah biasa menyadari panduan tersebut.

Berlatih sebelum melakukan wawancara jadi Anda bisa merasa nyaman dan fleksibel, tapi juga diingat jangan terlalu banyak berlatih sehingga akhirnya terdengar kaku dan tidak alami.

Terkadang pelamar melihat wawancara kerja seperti sebuah hal yang menakutkan dan membuat kekhawatiran padahal wawancara hanyalah sebuah percakapan. Jadi diri sendiri saja dan utarakan siapa Anda dengan mempromosikan apa yang bisa dan pernah Anda lakukan saat bekerja dengan penuh percaya diri Sebelum wawancara, ada baiknya juga untuk menghubungi orang-orang yang mungkin Anda kenal di perusahaan tersebut untuk belajar lebih banyak tentang budaya perusahaannya.

Yakin

Beberapa orang kadang merasa sulit untuk berbicara tentang sukses yang pernah mereka raih. Survei LinkedIn yang memiliki anggota 11.000 pekerja dari 19 negara tahun lalu menemukan bahwa hanya 35 persen yang merasa yakin bisa membicarakan prestasi mereka.

Sebagai pelamar kerja, saat Anda ditanya tentang keberhasilan ketika bekerja, seharusnya dapat dengan cepat dan tepat menjawab pertanyaan tentang prestasi yang pernah diraih.

Namun, kebanyakan justru menjawab agar perusahaan melihat kinerjanya dengan cara membiarkan calon pelamar bekerja terlebih dahulu, kemudian baru bisa melihat hasil kerjanya.

Selain itu, kebanyakan kandidat menjawab dengan satu menit pengenalan agar kehilangan perhatian dari pewawancara. Jika Anda bingung dengan sebuah pertanyaan, sebaiknya katakan saja kepada pewawancara bahwa Anda ingin kembali lagi nanti.

Bersiaplah untuk wawancara secara online

Beberapa perusahaan, khususnya pemula, melakukan wawancara kerja pertama melalui layanan obrolan video seperti Skype. Karena itu, Anda pun perlu mempersiapkan wawancara dengan cara ini.

Berlatihlah di depan cermin dan pilih lokasi yang aman untuk menghindari orang yang tak diinginkan hadir tiba-tiba. Saat latihan, Anda juga harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, seperti berpakaian formal dan bergaya seperti akan menghadiri wawancara sungguhan, karena penampilan termasuk hal yang jadi perhatian saat wawancara kerja.

Rabu, 23 Agustus 2017

7 Tips Wawancara Kerja Bagi Fresh Graduate


Dunia Kerja - Bingung karena tidak mengetahui jawaban saat menjalani wawancara kerja adalah hal wajar. Apalagi jika Anda adalah sarjana muda yang baru lulus (fresh graduate) dan baru pertama kali mengikuti wawancara kerja. Berikut tipsnya agar sukses melakukan wawancara kerja bagi fresh graduate.

1. Tenang
Hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan adalah tenang. Jika Anda panik karena tidak tahu jawaban atas pertanyaan yang diajukan pewawancara, maka tubuh Anda juga akan bereaksi seperti berkeringat dan jantung berdebar kencang. Jadi, cobalah ambil napas dan katakan pada diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja sambil memikirkan jawabannya.

2. Jangan katakan, 'Saya tidak tahu'
Pikirkan baik-baik sebelum memberi jawaban, "Saya tidak tahu," kepada pewawancara. Sebaliknya, jangan membuat-buat jawaban karena pewawancara akan mengetahui jika Anda berbohong.

3. Ajukan pertanyaan
Jika Anda tidak mengerti apa pertanyaan yang diberikan oleh HRD, Anda bisa meminta mereka memperjelasnya. Dalami pertanyaan tersebut untuk membantu Anda memberikan jawaban paling tepat.

4. Ceritakan pada HRD tentang yang Anda ketahui
Ceritakan pengetahuan Anda tentang pertanyaan yang diajukan pewawancara. Dengan begitu, sesi wawancara Anda akan berjalan lancar.

5. Katakan pada HRD bagaimana cara Anda menemukan jawaban
HRD ingin melihat inisiatif dan cara Anda menemukan solusi dalam menghadapi suatu masalah. Ketika Anda berusaha untuk menemukan jawaban, Anda bisa mengaku pada HRD bahwa Anda belum mendapatkan jawaban pada bagian-bagian tertentu. Kejujuran akan membuat Anda lebih disukai.

baca juga : 5 Faktor Berikut Jangan Anda Abaikan Saat Mencari Kerja

6. Tahu waktu yang tepat
Bila setelah beberapa tips tadi Anda memang benar-benar tidak tahu jawaban dari pertanyaan wawancara yang diajukan, Anda boleh mengaku. Tetapi, sampaikan pengakuan Anda dengan elegan. Misalnya dengan berkata, "Itu pertanyaan yang bagus. Tapi saya minta maaf karena belum memiliki jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut. Saya pastikan, saya akan mencari tahu tentang jawaban tersebut usai wawancara ini."

7. E-mail lanjutan
Setelah wawancara, Anda bisa mengirim e-mail lanjutan kepada pewawancara. Bisa jadi, ini adalah kesempatan Anda menjelaskan jawaban atas pertanyaan yang membuat bingung. Satu saran kecil, ketimbang menjelaskan bahwa Anda tidak tahu jawaban atas satu pertanyaan, coba katakan, "Setelah menghabiskan lebih banyak waktu berpikir, saya bisa memberikan beberapa jawaban untuk pertanyaan tersebut."

Penelusuran yang terkait dengan 7 Tips Wawancara Kerja Bagi Fresh Graduate

pertanyaan interview kerja fresh graduate
interview kerja di pt
pertanyaan interview kerja pertama kali
jawaban interview motivasi kerja
pertanyaan interview bahasa inggris
pertanyaan dan jawaban interview kerja bank 
cara menghadapi interview kerja bagi pemula
wawancara kerja adalah

Selasa, 16 Mei 2017

Mau Cari Kerja Saat Hamil? Ikuti Cara Ini


Dunia Kerja - Mencari pekerjaan bukanlah hal mudah. Apalagi ketika Anda sedang mengandung. Urusan mencari pekerjaan pun akan terasa lebih rumit. Karena tidak semua perusahaan dapat menerima pegawai baru yang sedang mengandung.

Walau begitu, mencari pekerjaan ketika sedang mengandung bukanlah hal yang mustahil. Anda tetap bisa mendapat pekerjaan yang diinginkan apabila Anda tahu caranya.

Berikut lima cara yang dapat Anda lakukan apabila ingin mendapat pekerjaan ketika sedang hamil :

1. Mencari pekerjaan yang tepat 
Cobalah untuk mencari pekerjaan yang tepat. Tepat di sini maksudnya adalah pekerjaan yang dapat mengerti akan kondisi yang sedang Anda alami. Tidak semua pekerjaan memberikan keringanan pada pegawainya yang sedang hamil. Untuk itu, Anda pun harus benar-benar selektif dalam memilih perusahaan. Riset dan telisik dahulu bagaimana kondisi bekerja di sana.

2. Jangan memberitahukan kehamilan ketika wawancara 
Ketika Anda diundang untuk wawancara kerja, ahli karier menyarankan Anda untuk tidak langsung memberitahukan kondisi kehamilan Anda pada pewawancara. Cobalah untuk tetap fokus menonjolkan kapabilitas dan kemampuan Anda untuk menjalankan pekerjaan yang ada.

3. Yakin dalam menjawab pertanyaan 
Nantinya Anda pun akan ditanya mengenai kehamilan yang sedang dialami. Ketike pertanyaan ini muncul, cobalah untuk menjawab dengan yakin. Pastikan jawaban Anda dapat meyakinkan pewawancara bahwa Anda akan tetap bisa menjalani tugas yang disediakan walaupun sedang hamil.

baca juga : 5 Hal Ini Jangan Dilakukan Saat Sedang Berburu Kerja

4. Jangan langsung menanyakan kebijakan perusahaan 
Setiap perusahaan memiliki kebijakan perusahaan bagi pegawai yang sedang hamil. Walaupun butuh, cobalah untuk tidak langsung menanyakan hal ini. Tunggulah sampai waktu Anda menandatangani kontrak pekerjaan. Waktu ini merupakan waktu yang tepat bagi Anda untuk menanyakan kebijakan perusahaan tersebut.

5. Menunjukkan kemampuan
Jangan lupa untuk tetap menonjolkan kemampuan yang Anda miliki ketika sedang wawancara kerja. Walaupun sedang mengandung, bukan berarti Anda tidak bisa untuk memberikan penjelasan tentang apa saja keahlian yang dimiliki yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Selasa, 07 Maret 2017

Sebelum Datang Wawancara Kerja Pastikan Anda Tahu 6 Hal Berikut


Dunia Kerja - Bisa mendapat pekerjaan yang Anda inginkan bukanlah perkara mudah. Salah satu hal yang sering membuat kandidat pekerja kesulitan saat proses pencarian kerja adalah tahap wawancara. Walaupun sudah sering berlatih, banyak kandidat yang tetap kewalahan menghadapi tahap ini. Ada beberapa trik yang dapat Anda pakai agar wawancara kerja bisa lancar dilakukan. Seperti dilaporkan Lifehack.org, Jumat (3/3/2017) berikut enam hal yang harus Anda tahu tentang proses wawancara kerja:

1. HRD tidak akan mengingat semua hal yang Anda lakukan 
Ada kalanya Anda melakukan kesalahan saat wawancara kerja berlangsung. Tak jarang, hal ini pun sering membuat konsentrasi kandidat pelamar menjadi buyar. Alhasil proses wawancara pun tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Untuk menghindari hal ini, Anda harus sadar bahwa HRD tidak akan mengingat semua hal yang Anda lakukan. Jadi, Anda tidak harus selalu khawatir.

2. Baca situs perusahaan 
Sebagai calon karyawan yang akan berkarir di sebuah perusahaan, penting bagi Anda untuk mencari tahu terlebih dahulu tentang perusahaan tersebut. Anda bisa mencari tahu akan hal ini di situs perusahaan.

3. Baca dan tahu jawaban dari beberapa pertanyaan wawancara
Sangat penting bagi kandidat pelamar untuk berlatih wawancara kerja dengan teman atau keluarga. Ini akan membantu mengurangi stres saat dan membantu kelancaran menjawab saat wawancara yang sebenarnya. Untuk pencari kerja yang sudah berpengalaman, Anda dapat mempersiapkan poin-poin rinci sebelum wawancara.

4. Tahu apa saja tugas dan tanggung jawab posisi yang dilamar 
Hal lain yang harus Anda tahu dengan baik adalah tanggung jawab dari posisi yang Anda lamar. Ini termasuk apa saja tugas yang harus Anda lakukan serta bagaimana cara Anda melakukan pekerjaan tersebut.

baca juga : Beberapa Pertanyaan Jebakan Saat Interview

5. Tahu seluk beluk perusahaan
Pastikan Anda mengetahui sejarah, asal-usul, prestasi, dan profil dari perusahaan yang akan Anda masuki. Hal ini biasanya akan ada dalam wawancara kerja.

6. Pihak perusahaan juga merasa grogi 
Bukan hanya kandidat pelamar yang merasa grogi saat wawancara, hal ini juga dirasakan oleh perusahaan. Jadi, Anda tidak harus terlalu berlebihan memikirkan tindak tanduk saat di wawancara. Bersikaplah normal dan santai namun tetap menunjukkan norma yang baik.

Jumat, 03 Maret 2017

Cara Agar Mudah Lolos Interview Kerja


Dunia Kerja - Interview? Semua pasti sudah tahu apa dan bagaimana pelaksanaannya. Hanya saja cara agar mudah diterima saat interview ini yang mungkin banyak yang belum tau, apalagi yang baru lulus kuliah dan baru mau coba-coba cari kerja. Karenanya tips biar bisa lolos wawancara kerja ini penting sekali diketahui buat yang belum diterima bekerja di perusahaan mana pun atau mungkin yang sudah bekerja dan mau mencoba kesempatan di perusahaan lain.

Perlu dicamkan buat semua sahabat, bahwa untuk berhasil dibutuhkan kerja keras, termasuk untuk bisa diterima bekerja di suatu perusahaan maka kita juga harus tau banyak soal tips menjalani interview yang baik dan benar. Kalau perlu pelajari sedetail mungkin segala ilmu menyangkut ini karena jika berhasil dampaknya juga bisa kita rasakan dalam jangka waktu lama, apalagi jika diterima di perusahaan BUMN yang gaji per bulannya lumayan tinggi. Dan mungkin juga, bisa jadi dari sinilah nasib dan perekonomian keluargamu bisa berubah.

Mungkin ada di antara Anda yang belum tahu soal kisah dari CEO bank BCA yang konon sebelumnya hanya salah seorang Cleaning Service di bank swasta terbesar tersebut. Bayangkan, dari CS jadi CEO, gak disangka kan? Ini karena buah dari keberhasilan ia melewati tahap paling awal, yaitu interview atau wawancara. Anda juga pasti bisa melakukannya jika mau berusaha keras.

Beberapa tips interview yang akan anda pelajari di bawah sudah saya praktekkan sendiri dan bukan asal tulisan belaka dan kebanyakan berhasil mengantarkan penulis jadi karyawan di beberapa perusahaan, dan hingga tulisan ini diterbitkan saya sudah bekerja di tujuh perusahaan, dan mungkin ini perusahaan yang saya tempati kerja sekarang ini adalah yang terakhir yang akan saya jadikan tempat mencari nafkah untuk keluarga.

1. Perlihatkan kalau kamu memiliki PD (Percaya Diri) yang tinggi

Untuk sekarang ini kemampuan seperti ini yang paling diutamakan oleh perusahaan terutama yang nantinya bidangnya akan bersinggungan dengan banyak orang, seperti marketing, teller, costumer service, public relation, karyawan STAN, Hotel, administrasi dan sebagainya. Jika satu modal ini tidak dimiliki maka besar kemungkinan bahwa anda akan sulit lolos tahapan tes masuk kerja interview ini.

Percaya diri dalam hal ini sebenarnya bukan hanya untuk tujuan agar komunikasi dengan orang lain lebih baik dan berjalan lancar tapi juga mengenai kemampuan menyelesaikan setiap tugas kerja yang dibebankan pada si karyawan, semkan PD maka akan semakin merasa bisa menuntaskan semua tugas yang diberikan, dan bahkan seseorang dengan karakter demikian jauh lebih cepat mempelajari hal-hal baru yang mana inilah yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Sebaliknya, jika seseorang kurang percaya diri maka ia akan sulit melakukan komunikasi dengan orang lain dan tentunya akan banyak pekerjaan yang terbengkalai karenanya. Belum lagi soal deadline dan target yang dibebankan, bila ia kurang memiliki ‘self confidence’ yang baik sudah pasti dia akan selalu pesimis dalam segala hal dan kemungkinan yang ia hadapi.

2. Mau lolos interview? Jangan pernah memberi jawaban ‘Tidak!’ 

Sering kali saat kita mengikuti tes interview maka si penguji akan selalu bertanya soal kemampuan apa yang kita miliki, misalnya saja ditanya, “Bisa komputer?” atau “Bisa menggunakan program komputer seperti Photoshop, Powerpoint dan sebagainya?”. Nah kalau kamu mendapat pertanyaan interview seperti ini maka pastikan untuk tidak menjawab ‘tidak’, karena sekali kamu menjawab demikian maka si penguji tadi sudah bisa memberi penilaian terhadap kemampuanmu dan bahkan bisa jadi ia sudah bisa memutuskan dalam hati bahwa kamu tidak layak diterima kerja, dan juga sudah pasti selanjutnya tidak akan adalagi panggilan untuk proses melamar kerja berikutnya (seperti nego gaji per bulan dll) karena kamu sudah dianggap gugur. Saya kira ini adalah poin penting soal cara agar mudah diterima intervie karena sekarang ini hampir semua dunia kerja mensyaratkan kemampuan menggunakan berbagai program dalam komputer untuk memudahkan ketika ada tugas yang berkaitan dengannya, misalnya desain grafis, edit foto / gambar di komputer, membuat slide presentasi dan sebagainya.

Lalu bagaimana solusinya jika memang tidak tahu sama sekali, apakah harus bohong? Jadi begini, jika anda memang tidak melamar untuk tujuan menjadi designer grafis, maka ini bisa dilakukan. Caranya adalah cukup katakan ‘bisa’ dan urusan selanjutnya adalah tinggal kamu mati-matian belajar dari buku, apalagi cuma mau belajar program seperti photoshop dan power point kan hanya butuh 1 hingga 2 minggu saja untuk bisa paham penggunaannya, selanjutnya belajar sambil jalan saja saat sudah resmi jadi karyawan. Karena begini sob, umumnya setelah dinyatakan lulus kamu akan ditanya kapan bisa mulai kerja, nah disitulah kesempatan kamu untuk memberi alasan bahwa sekitar 2 minggu atau 1 bulan lagi baru bisa mulai karena alasan ada urusan yang harus dituntanskan dulu. Selain itu, syarat kemampuan menggunakan desain grafis bukan syarat mutlak dan itu pun baru digunakan kalau diperlukan. Sama halnya dengan bahasa Inggris, saat ini juga banyak perusahaan yang mensyaratkan harus bisa minimal passive, padahal saat bekerja terkadang tidak diperlukan sama sekali. Masuk akal kan?

Selain keterampilan yang disebutkan di atas, ada satu lagi yang juga dibutuhkan jika ingin masuk ke perusahaan media penerbitan atau pun situs berita online, yaitu paham dan bisa cara mengetik 10 jari. Ini diperlukan sekali karena menyangkut soal kecepatan kerja karyawan dalam menjalankan tugas setiap harinya.

3. Jawablah sesuai pertanyaan yang diberikan 

Pada masalah ini banyak sekali pelamar kerja yang tidak tahu bahwa sebenarnya orang yang menjawab bertele-tele malah akan mendapat penilaian buruk dari penguji, atau Kabag. HRD yang biasanya melakukan tugas perekrutan karyawan baru. Di antara efeknya adalah akan dinaggap tidak tegas dan ‘jago ‘ngeles’. Untuk itu, sebaiknya jawab saja seadanya kalau memang mau lolos interview dengan mudah dan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gampang. Jika seandainya hanya jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’ yang diminta maka jawab saja seperti itu, tidak usah malah panjang lebar yang membuat kamu sulit sendiri. Keculia jika memang diminta langsung dari HRD-nya, maka barulah kamu jawab dengan lengkap dan detail. Misalnya saja, apakah kamu pernah bekerja di tempat lain? Maka jawab saja ‘Iya’ jika memang benar demikian, dan baru ditambah penjelasan jika ada pertanyaan selanjutnya.

4. Berikan alasan keluar kerja dari perusahaan sebelumnya yang sifatnya ‘positif’

Ini juga penting sekali dilakukan, jika anda memang baru ‘resign’ dari perushaan lain maka sedapat mungkin berikan alasan yang tidak membuat penilaian yang negatif dari penguji, misalnya keluar kerja karena alasan pindah tempat dan karena jauh jadi harus keluar, karena perusahaan sebelumnya tutup atau selainnya, yang penting tidak menimbulkan penilain negatif pada kepribadianmu.

Adapun jawaban yang tidak baik, misalnya keluar kerja karena sudah malas bekerja di tempat tersebut, karena melakukan kesalahan yang tidak dapat diterima sehingga harus dikeluarkan tanpa hormat dan lainnya yang jika disampaikan kepada orang lain maka kamu akan dinilai memiliki sifat yang buruk. Nah, biar tidak kaget dan bisa mempersiapkan diri sebelum wawancara kerja, maka ada baiknya tau persis apa saja contoh pertanyaan interview kerja beserta jawabannya.

baca juga : Pertanyaan Jebakan Saat Interview

5. Apa Motivasi kamu Bekerja? 

Kalau ditanya soal motivasi kerja maka berilah jawaban yang sesuai dengan bidang yang kamu lamar, misalnya saja melamar jadi penulis di suatu penerbit, maka bilang saja kalau kamu hobi menulis dan senang dengan pekerjaan tersebut. Jangan sampai memberi alasan buruk, misalnya karena terpaksa jadi melamar diperusahan bapak atau apalah… yang malah membuat kamu dinilai sebagai calon karyawan yang buruk. Atau bisa juga dijawab yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan, misalnya saja karena yang ditempati melamar adalah koperasi syariah yang berkomitmen ingin menghapus Riba, maka beri saja alasan saat kamu interview bahwa saya senang bekerja di tempat tersebut karena dapat membantu banyak masyarakat muslim terhindar dari praktek Riba dan sebagainya.

6. Saat tawar menawar gaji berikanlah jawaban yang normatif 

Normatif maksudnya adalah bahwa jawaban yang kamu berikan tidak secara spesifik menjawab pertanyaan dari kepala bagian kepegawaian yang biasanya jadi juru seleksi. Jadi misalnya ditanya “berapa gaji yang kamu inginkan?” maka cukup bilang “sesuai dengan standar perusahaan dan pemerintah saja!” Tidak usah berikan jawaban muluk-muluk.

Atau misalnya sudah punya pengalaman bekerja sebelumnya maka cukup katakan kalau “mungkin bisa lebih tinggi dari UMR karena sebelumnya sudah pernah bekerja di bidang yang sama dan sudah berpengalaman mengenai bidang yang dilamar”. Jangan sampai ngotot mau digaji sesuai jumlah yang kamu minta karena sudah pasti dalam tips cara agar mudah lolos interview ini kamu akan dinyatakan tidak layak jadi karyawan baru diperusahaan tersebut karena dianggap banyak maunya dan suka nuntut.

Beberapa Pertanyaan Jebakan Saat Interview Kerja


Dunia Kerja - Pertanyaan jebakan adalah hal yang paling sering mengecoh pelamar saat wawancara kerja (job interview). Apabila Anda kurang teliti maka Anda akan terperangkap dan kehilangan pekerjaan idaman.

Pewawancara akan berusaha menyelipkan jenis pertanyaan ini untuk tujuan tertentu, misalnya untuk mengetahui bagaimana karakter Anda yang sebenarnya dan apakah Anda orang yang tepat untuk sebuah posisi di perusahaan tersebut.

Apabila Anda termasuk orang yang tenang, Anda tidak akan terjebak dengan pertanyaan macam ini. Sayangnya, tidak semua orang dapat mengontrol diri dan bersikap tenang menghadapi wawancara kerja. Diperlukan kiat-kiat dalam mempersiapkan diri agar wawancara kerja Anda sukses.

Untuk mempersiapkan diri, Anda perlu mengetahui seperti apa pertanyaan jebakan yang biasa diajukan saat wawancara kerja. Simak pertanyaan jebakan serta cara menjawabnya berikut ini.

1. Bagaimana Anda mendeskripsikan diri Anda dalam 3 kata? 

Pertanyaan jenis ini ditujukan untuk mengetahui karakter Anda. Waktu wawancara yang singkat tidak bisa Anda habiskan untuk menceritakan diri Anda panjang lebar. Dengan 3 kata yang mendeskripsikan diri Anda, pewawancara telah memiliki bayangan siapa diri Anda dan bagaimana Anda menilai diri sendiri.

Pilihlah 3 kata yang menjadi unggulan Anda dan berhubungan dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar. Jika Anda melamar posisi sebagai web designer, sebutkan karakter yang berhubungan dengan pekerjaan seperti kreatif, responsif dan lain sebagainya. Namun, jangan menyebutkan kata kreatif apabila Anda melamar pekerjaan sebagai akuntan.

Selain karakter yang berhubungan dengan pekerjaan, Anda perlu menyebutkan karakter positif lainnya yang memang Anda miliki, misalnya jujur, pekerja keras, antusias, berdedikasi tinggi dan lain sebagainya. Menurut Wikihow, Anda perlu menggambarkan diri Anda dengan contoh-contoh yang konkret, jelas, dan tidak bertele-tele.

2. Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

Pewawancara mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui sebesar apa keinginan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut. Paling tidak Anda mengetahui profil perusahaan itu, sejarah, filosofi, dan visi, misi serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan yang Anda lamar.

Jangan pernah Anda membandingkan perusahaan yang Anda lamar dengan perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya. Hal lain yang harus Anda hindari adalah memberikan jawaban negatif seperti masalah-masalah yang sedang dihadapi perusahaan, pendapat yang kurang baik tentang perusahaan, dan lain sebagainya. 

Tekankan pada keunggulan perusahaan dan tunjukkan minat Anda terhadap keunggulan-keunggulan tersebut.

3. Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini? 

Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui seberapa besar keinginan Anda berkontribusi pada perusahaan dan sejauh mana Anda mengetahui perusahaan yang Anda lamar. Hindari menjawab karena ingin gaji tinggi, karena tidak nyaman di tempat kerja yang dulu, atasan yang keras dan bersikap semena-mena, serta masalah lainnya yang Anda hadapi di perusahaan sebelumnya.

Tentu saja ada alasan-alasan positif lainnya yang mendorong Anda untuk mengirimkan surat lamaran dan CV ke perusahaan tersebut. Jawablah dengan jujur bahwa Anda memiliki sikap yang positif dalam bekerja baik bersama team maupun bekerja sendiri, dapat dihandalkan, memberikan kontribusi yang positif untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

4. Hal apa yang paling membanggakan dalam karier Anda?

Saat pewawancara memberikan Anda pertanyaan ini, mereka ingin mengetahui apa yang Anda benar-benar minati dan perasaan positif Anda terhadap pekerjaan. Mendeskripsikan tentang proyek yang Anda banggakan menunjukkan bagaimana Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Namun, Anda harus perhatikan bahwa tidak semua proyek membanggakan harus diceritakan. Pilihlah hal membanggakan yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar. Tunjukkan bahwa keterampilan terbaik Anda dapat pula menjadi kontribusi yang baik untuk perusahaan saat Anda menjadi karyawan. 

5. Bisakah Anda memberi gambaran tentang pemikiran Anda terhadap pekerjaan ini?

Pewawancara ingin mencari orang yang pas di posisi yang Anda lamar saat ini. Dari pertanyaan ini, mereka dapat menggali hal-hal yang Anda ketahui tentang pekerjaan ini dan pengalaman-pengalaman Anda terdahulu di bidang yang sedang ditawarkan.

Berikan jawaban yang jelasdan tegas tentang tugas dan kewajiban dari pekerjaan yang Anda lamar. Jangan pernah ragu dengan penjelasan Anda karena ini menunjukkan kesiapanAnda berada di posisi tersebut. Sebelum menjawab, pastikan Anda mengerti dan telah mencari informasi tentangposisi itu dengan baik.

baca juga : Menghadapi Wawancara Kerja

6. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami? 

Karena ingin diterima, pelamar sering kali memberikan jawaban yang tergesa-gesa dan kurang realistis, misalnya satu hari atau satu minggu. Hal ini akan membuat Anda terlihat kurang smart dalam menentukan sebuah target. Jawaban yang realistik adalah kuncinya.

Beritahukan pewawancara bahwa Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, dan Anda membutuhkan beberapa bulan, sampai 6 bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya. 

7. Jika Anda diterima, berapa lama Anda akan bekerja di perusahaan ini? 

Pertanyaan ini bisa menjadi pertanyaan yang sulit dan menjebak. Tentu, manajer yang akan merekrut Anda ingin tahu seberapa besar keinginan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Jangan pernah menyebutkan angka, berapa tahun Anda akan bersama mereka. Buatlah jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda tertarik berkarier bersama perusahaan untuk mencapai target bersama.

8. Menurut Anda, apa bedanya posisi ini dibandingkan dengan posisi lain yang Anda lamar? 

Saat pertanyaan ini dilontarkan, pada dasarnya pewawancara ingin tahu apakah Anda melamar di perusahaan lain, seberapa aktif Anda mencari pekerjaan, dan apakah Anda jujur atau tidak.

Jika Anda menjawab bahwa perusahaan ini adalah satu-satunya yang Anda lamar, mereka akan mengasumsikan Anda sedang berbohong. Sangat sedikit pelamar yang melamar satu pekerjaan di satu perusahaan saja. Selain itu, jangan pula sekali-sekali menyebutkan kekurangan atau kelebihan dari perusahaan-perusahaan lain yang Anda lamar.

Jawaban terbaik yang dapat Anda berikan adalah berdasarkan kejujuran. Katakan bahwa ada beberapa perusahaan yang menginterviu Anda, namun Anda belum memutuskan yang terbaik untuk karier Anda ke depan.

9. Setelah membaca CV Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda? 

Ini termasuk pertanyaan yang akan menjebak Anda dan meningkatkan ego Anda apabila Anda memang orang yang suka dipuji. Tentu saja semua orang suka dipuji. Namun respon yang Anda berikan terhadap pujian itu menunjukkan karakter diri Anda.

Jangan sampai Anda besar kepala dan menuntut gaji yang lebih tinggi karena pengakuan pewawancara bahwa Anda terlalu berpengalaman dalam bidang tersebut. Tetaplah rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan yang Anda miliki. Jawaban terbaik adalah bahwa Anda membutuhkan waktu mengenal perusahaan sebelum dapat bekerja dengan efisien di tingkat yang lebih tinggi.

10. Jenis bos atau partner kerja seperti apa yang paling buruk dan paling sukses bekerja sama dengan Anda?

Dari jawaban yang Anda berikan untuk pertanyaan ini, pewawancara akan mengetahui apakah Anda memiliki konflik dengan bos atau rekan kerja di perusahaan sebelumnya. Jika Anda bercerita kejelekan mantan bos atau rekan kerja, Anda sedang terperangkap dan mudah sekali bagi manajer yang merekrut Anda memberi penilaian yang kurang baik.

Contoh jawaban untuk pertanyaan ini agar tidak menjebak Anda adalah “Saya pikir saya dapat bekerja sama dengan siapa saja dengan personality yang berbeda. Karakter mereka bukanlah masalah bagi saya. Beberapa kerja sama yang paling sukses saya lakukan saat kami berkomunikasi dengan baik dan merencanakan bersama serta merealisasikan apa yang kami rencanakan.”

11. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya? 

Pertanyaan jenis ini diberikan oleh pewawancara karena mereka ingin tahu track record Anda di pekerjaan sebelumnya. Tentu ada alasan yang melatarbelakangi mengapa Anda mengajukan surat resign di sebuah perusahaan dan mencari pekerjaan baru. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya tidak menyebutkan konflik pribadi.

Jangan berfokus pada masalah yang membuat Anda mengundurkan diri, tetapi jawablah dengan alasan bahwa Anda ingin mencari posisi yang lebih baik dan sesuai dengan keterampilan Anda. Tunjukkan bahwa Anda memiliki keinginan yang besar untuk lebih berkembang di perusahaan yang sedang Anda lamar.

12. Jika boleh memilih perusahaan manapun, di mana Anda ingin bekerja? 

Pertanyaan ini menjebak karena pewawancara ingin mengetahui lebih jauh tentang perusahaan idaman Anda. Jika Anda menyebutkan perusahaan lain, hal ini akan mengundang keraguan untuk merekrut Anda. Namun, Anda tetap harus jujur bahwa perusahaan yang Anda lamar bukanlah satu-satunya perusahaan ke mana surat lamaran dan CV Anda dikirim.

Jawaban yang memungkinkan untuk pertanyaan ini adalah “Sebenarnya saya mencari-cari perusahaan yang menjadi target saya dan perusahaan ini adalah yang pas untuk saya. Saya melihat banyak hal yang telah dikembangkan di perusahaan ini dan saya berharap bisa menjadi bagian dari proyek-proyek yang dikembangkan di perusahaan ini dan berkontribusi dengan keterampilan yang saya miliki saat ini.”

13. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?

Dengan pertanyaan ini, calon bos Anda ingin mengetahui apakah Anda termasuk karyawan yang suka membicarakan keburukan orang lain, terutama mantan bos Anda. Jangan sampai Anda terjebak, apalagi menceritakan masalah pribadi. Pikirkan hal-hal yang positif tentang mantan bos Anda dan kemukakan dengan baik.

Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang tidak Anda sukai tentang bos sebelumnya. Kompas menyebutkan bahwa menceritakan kejelekan mantan bos adalah salah satu kesalahan dalam job interview yang menunjukkan bahwa Anda tidak respek terhadap atasan.

baca juga : Sebaiknya Hindari Kalimat Berikut Saat Wawancara Kerja

14. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda saat ini? 

Pertanyaan ini tentu menjadi pemicu emosi apabila Anda tidak menelaahnya dengan kepala dingin. Dengan pertanyaan ini, pewawancara berharap akan mendapatkan jawaban jujur dan tidak defensif. Mereka ingin tahu pekerjaan apa yang Anda inginkan dan apakah perusahaan mereka akan menjadi batu loncatan atau Anda memang benar-benar ingin bekerja di sana.

Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Posisi yang sedang Anda lamar saat ini adalah pekerjaan yang pas dan sesuai dengan keterampilan Anda dan usia Anda saat ini. Di perusahaan tersebut nantinya Anda akan berkarier dan melakukan perencanaan karier.

15. Apakah Anda pernah berpikir untuk menjadi seorang enterpreneur? 

Karyawan sering kali tergoda untuk menjadi seorang enterpreneur dengan membuka bisnis sampingan. Hal ini terkadang menjadi ancaman bagi perusahaan karena karyawan tidak akan fokus dengan pekerjaannya. Di sisi lain, ada juga perusahaan yang mengasah keterampilan enterpreneurship karyawan agar dapat menjalankan lini bisnis di perusahaan tersebut.

Jika Anda memang memiliki keinginan dan pernah membuka usaha, katakanlah terus terang, namun jangan menggebu-gebu. Bisa jadi perusahaan yang Anda lamar tidak mencari karyawan yang memiliki keterampilan berbisnis.

Katakan bahwa Anda pernah memikirkannya namun enterpreneur tidak cocok untuk Anda. Jelaskan bahwa bekerja di perusahaan dan menjadi bagian dari tim lebih sesuai untuk Anda. Selain itu, Anda lebih menikmati bekerja spesifik di suatu bidang (posisi yang Anda lamar) daripada mengurus hal-hal bersifat umum dan operasional sebagai seorang enterpreneur.

16. Apa itu sukses menurut Anda? 

Pertanyaan ini dapat menjebak Anda karena definisi sukses sangat subyektif yang dapat berarti kesuksesan yang Anda inginkan di masa mendatang. Namun, jangan sampai Anda menjawab dengan mengutarakan rencana Anda untuk meraih kesuksesan di masa mendatang dengan mencari pekerjaan yang lebih baik.

Anda harus memberikan gambaran yang tidak terlalu jauh ke depan karena sukses bisa jadi keberhasilan dalam melakukan hal-hal kecil. Mencapai target kecil yang Anda rencanakan dalam satu minggu atau satu bulan bisa pula menjadi indikator sukses (baca: 7 langkah menjadi orang sukses). Akan sangat baik jika Anda menggunakan contoh sukses yang berhubungan dengan posisi yang sedang Anda lamar.

Senin, 30 Januari 2017

Sebaiknya Hindari Kalimat Berikut Saat Wawancara Kerja



KerjaItu - Pembohong tidak pernah berhasil. Membohong membuat Anda rugi, terutama selama wawancara kerja. Contohnya beberapa orang yang ingin terlihat sebagai kandidat ideal, mereka mengatakan yang tidak sesuai dengan kebenarannya.

Jika Anda berkriteria pembohong yang cerdas dan suatu saat kebohongan Anda ketahuan, Anda mungkin saja dapat kehilangan pekerjaan Anda. Sedangkan, jika Anda pembohong yang buruk, pewawancara dapat mengetahui dari pernyataan Anda yang kurang lengkap.

Jika Anda tidak ingin disebut pembohong, inilah beberapa frasa dan pertanyaan yang harus dihindari selama wawancara kerja seperti dilansir dari business insider pada Selasa (8/11/16).

1. Saya tidak memiliki kelemahan 

Dengan mengatakan pernyataan seperti itu, Anda sama saja terlihat arogan di depan pewawancara. Setiap orang tentu saja mempunyai kelemahan baik yang disadari maupun tidak disadari.

2. Apa alasannya jika saya mendapatkan penghentian kontrak? 

Pernyataan tersebut membuat Anda sulit dipercaya. Hal tersebut adalah ide yang buruk untuk membuat pewawancara berpikir untuk menghentikan kontrak Anda. Padahal Anda belum direkrut oleh perusahaan tersebut. 

3. Satu-satunya kelemahan saya adalah karena saya terlalu bekerja keras 

Sebaiknya tunjukkan kesadaran diri Anda jika pewawancara menanyakan kelemahan terbesar Anda. Meskipun Anda mengatakan terlalu bekerja keras dan itu benar, tetapi pernyataan tersebut seakan-akan berbohong.

4. "Saya sangat ahli di bidang ….., dan saya sangat setuju dengan pernyataan….’ 

HRD akan ragu-ragu merekrut Anda jika Anda terlihat sangat ahli. Anda boleh saja mengatakan yang sebenarnya tetapi Anda sama saja berbohong. Sama halnya dengan setuju pada apa yang dikatakan HRD atau pura-pura menjadi seorang ahli pada setiap keterampilan.

5. ‘Apakah perusahaan Anda memantau penggunaan email dan internet?’ 

Pertanyaan tersebut sudah memicu interview akan cepat berakhir. Hindari kalimat yang tidak bermoral, contohnya terkait biaya perusahaan.

6. ‘Saya pernah dipecat, tetapi itu bukan salah saya’ 

Kurangi kebiasaan beralasan jika mereka menanyakan apapun. Mereka akan langsung mencurigai Anda.

7. ‘Saya bisa melakukan apapun’ atau, ‘saya bisa menjadi orang yang….’ 

Jadilah diri Anda sendiri. Anda tidak perlu berlebihan dalam suatu keahlian sedangkan Anda sendiri tidak terlalu ahli pada bidang tersebut. 

baca juga : Menghadapi wawancara kerja

8. ‘Apakah Anda memeriksa latar belakang setiap karyawan?’ 

Pertanyaan yang satu ini membuat pewawancara curiga. Mereka akan mengira bahwa Anda menyembunyikan sesuatu dari mereka.

9. ‘Saya pernah melewati masa-masa sulit’ 

Anda tidak perlu menyinggung soal kesulitan hidup Anda saat interview kerja. Anda terdengar seperti menggerakkan pewawancara agar Anda mendapat pekerjaan.

10. ‘Saya selalu’ atau, ‘Saya belum pernah’ atau, ‘Saya sudah melakukan itu berulang-ulang kali’ 

Membuat pernyataan umum atau berlebihan adalah sesuatu yang dilakukan setiap orang tanpa menyadarinya. Tetapi jika Anda melakukan berlebihan pada interview kerja, HRD tidak akan mempercayai Anda dan Anda dianggap berbohong.

11. ‘Inilah pekerjaan yang saya minat untuk bergabung!’ 

Tidak perlu berlebihan untuk mengungkapkan ketertarikan Anda dalam pekerjaan. Bertindak terlalu gembira dapat mengarahkan Anda di jalur berbahaya dan meragukan ketulusan Anda dalam pekerjaan yang Anda lamar.